Dodol Betawi

Jika ditanya pada penduduk asli Bekasi, “Apa penganan di Bekasi yang identik dengan Lebaran ?”, Dodol Betawi mungkin akan menjadi jawaban paling populer. Meski Bekasi merupakan salah satu kabupaten dan kota dari Jawa Barat, pengaruh Betawi terhadap kebudayaan di Bekasi sangat kental terasa. Hal ini lebih diperkuat dengan banyaknya penduduk Bekasi yang memiliki keterkaitan dengan Jakarta. Dodol Betawi menjadi sangat istimewa karena berbagai sebab. Beberapa diantaranya adalah karena :

  1. Hanya muncul diwaktu tertentu, diantaranya waktu Lebaran atau saat ada hajatan (pernikahan, khitanan / sunatan) dan event khusus lainnya. Pada beberapa tempat, dodol Betawi disebut sebagai kue raja karena keistimewaan yang dimilikinya.
  2. Waktu pembuatan yang relatif lama. Dodol Betawi dibuat dari air santan kelapa yang dicampur dengan beras ketan dan gula yang dimasak didalam kuali besar dari tembaga (kenceng). Waktu memasak lebih kurang 6 jam.
  3. Ketersediaan Alat. Tidak banyak orang Bekasi atau orang Betawi asli yang memiliki kuali besar dari tembaga alias kenceng. Selain harganya cukup mahal, penggunaannya hanya pada waktu tertentu sehingga tidak ekonomis jika tidak dibuat dalam produksi yang kontinyu.
  4. Kesabaran. Membuat Dodol Betawi membutuhkan kesabaran ekstra. Saat keluarga saya membuat Dodol Betawi untuk Lebaran, ada cukup banyak aturan yang harus dipenuhi jika ingin dodol yang dihasilkan memiliki kualitas prima. Beberapa aturan tersebut antara lain :

    • Harus dimasak dengan api kecil. Api yang besar akan membuat dodol terlalu cepat matang tapi tidak sempurna
    • Tidak menggunakan gas atau kompor minyak tanah. Memasak dodol Betawi harus menggunakan kayu bakar (dalam beberapa kejadian malah menggunakan blarak alias daun kelapa kering / pelepahnya). Jika menggunakan gas atau minyak tanah, rasanya menjadi tidak enak
    • Harus diaduk secara merata dan kontinyu. Jika pengadukan tidak merata, dodol tidak matang sempurna, demikian halnya jika tidak diaduk secara kontinyu. Bayangkan jika anda harus mengaduk tanpa berhenti selama 6 jam. Menjelang masak, dodol akan semakin lengket yang membuat pengadukan menjadi tambah sulit dan berat🙂.
    • Tidak boleh bicara sembarangan. Bicara kotor, baik dalam arti harfiah maupun arti kiasan dipercaya akan membuat rasa dodol menjadi tidak enak. Dari sisi ilmiah, hal ini untuk menjaga agar konsentrasi tetap pada pembuatan dodol, bukan yang lain.
    • Pengadukan harus pelan, tidak boleh terlalu cepat atau menggebu-gebu. Jika diaduk cepat-cepat, pengaduk akan cepat lelah dan dodol menjadi tidak merata kematangannya.
  5. Tidak semua penduduk asli Bekasi memiliki kepandaian dan kemampuan membuat dodol. Kepandaian dan kemampuan membuat dodol Betawi biasanya didapatkan secara turun temurun. Meski bisa saja dipelajari oleh orang lain, kontinuitas akan menentukan bertahan atau tidaknya seseorang membuat dodol Betawi secara rutin. Banyak orang yang memilih alternatif untuk membeli jadi, bukan membuatnya.

 dodol-betawi1.gifart61.jpg

Selain dodol Betawi, ada beberapa penganan asli Bekasi yang biasanya mewarnai kue-kue yang disediakan untuk para tamu yang datang berkunjung, diantaranya :

  1. Kue Akar Kelapa. Sebagian orang Bekasi menyebutnya sebagai kue Procot. Dinamakan kue akar kelapa karena bentuknya mirip akar kelapa. Dinamakan sebagai kue Procot karena saat digoreng, adonan di procotkan atau dikeluarkan secara perlahan menggunakan tabung yang sudah dilubangi dibagian ujung.
  2. Kue Rengginang. Kue Rengginang dibuat dari beras yang setelah diolah kemudian dijemur diterik matahari dan digoreng hingga mengembang. Ada 2 pilihan rasa, yaitu Rengginang manis dan Rengginang Asin
  3. Kue Sagon. Kue ini dibuat dari tepung yang diberi rasa manis dan kemudian digarang (seperti disangrai) diatas bara api. Bentuk kue tergantung pada cetakan, bisa berbentuk oval, lingkaran, bergerigi maupun bentuk lainnya.
  4. Kue Geplak. Kue ini mirip seperti kue Sagon, namun biasanya disertai kelapa, dibentuk jajaran genjang dan rasanya manis. Kue geplak tidak digarang diatas bara api.
  5. Kue Duit. Sesuai namanya, kue duit dibuat dari tepung yang dibentuk seperti uang logam. Setelah dijemur diterik matahari, kue duit digoreng sehingga gurih dan menjadi penganan yang makan seperti halnya makan emping. Kue Duit kadang dibubuhi tepung gula agar terasa manis.

Ada beberapa kue khas Bekasi-Betawi lainnya namun kue-kue diatas cukup mewakili kue khas Lebaran. Adalah kebetulan bahwa orang tua penulis memiliki kemampuan membuat kue-kue diatas dan memiliki alat seperti kuali tembaga besar (kenceng) sehingga bisa membuatnya kapan saja. Mau mencobanya ? Masim “Vavai” Sugianto Catatan : Ilustrasi gambar dari Harian Pikiran Rakyat mycityblogging.com

3 thoughts on “Dodol Betawi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s