Banjir

Sebagai wilayah yang ketinggian daratannya sangat rendah, Jakarta menjadi sebuah daratan yang selalu terancam banjir sejak jaman penjajahan Belanda. Atau, mungkin sebelum Belanda nyaba Sunda Kelapa, sudah pernah mengalami banjir. Belum ada data otentik yang menyatakan Jakarta pernah banjir sebelumnya.

image_readasp.jpg

Pembangunan yang bertubi-tubi, hutan beton yang tiap saat tumbuh bagai jamur di musim hujan, tata kota atau tata ruang yang amburadul menjadi salah satu penyebab mengapa air selalu mengantung di ibukota. Bisa kita bayangkan, bagaimana daerah-daerah serapan yang dulunya menjadi pusat kantung air ditebas pohonnya, diurug rawanya dan dijadikan apartemen, hotel, perkantoran atau mall. Pada akhirnya, air sulit meresap dan mecari jalannya sendiri.

keretabanjir1.jpg

Kemarin, tanggal 19 Februari 2008, kali sunter meluap dan menggenangi jalan raya Yos Sudarso, bukan cuma banjir akhirnya timbul kemacetan yang luar biasa di tanjung priok.

Jadi ingat kenangan masa kecil di Priok. Seingatku, saat masih duduk di kelas 5 – 6 SD, kawasan kelapa gading menjadiarea menanam padi, persisnya di belakang bulog. saya sering ikut uwak, pergi ke sawah melihat orang menandur dan sesekali ikutan panen padi pakai ani-ani, sering kena mata pisaunya. Jalan di atas bulakan pematang sawah, wah nikmatnya. Kini, kelapa gading sudah diurug dan dijadikan perumahan elit dan apartemen yang bagi rakyat biasa cuman ngiler ngeliatnya, mall artha gading yang lux, berdiri di atas kebun alm. pak ustad syaefuddin. Ingat kasus tanah merah? yang tokohnya mendapat penghargaan presiden soeharto dan kemudian dihukum cukup lama, gara-gara menentang penggusuran penduduk di tanah merah. Kini sudah jadi perumahan elit.

Jika musim kemarau, saya dan baba serta para tetangga yang kebetulan tidak bekerja mencari ikan di rawa-rawa podomoro, sunter dekat pabrik es atau pabrik pulpen Pilot. Asyik, dan menjadi kenangan yang luar biasa. Jarang sekali banjir karena air mengalir ke rawa-rawa tersebut.

Pernah banjir besar tahun 80-an, sampai saya dan keluarga mengungsi ke kodam (kini sudah digusur jadi jalan tol). Tetapi seingatku cuma itu banjir yang sangat besar dan tidak pernah terjadi lagi. Saya masih SD.

Tapi coba lihat sekarang, banjir tiap tahun selalu besar mengakibatkan korban tewas dan sakit yang banyak dan bermacam-macam. Sudah dalam kesusahan, oknum pemda atau apalah mengkorupsi dana banjir, mengambil jatah sumbangan makanan dan pakaian. Belum lagi rumah sakit yang menolak korban banjir dengan alasan beragam. Ibukota cermin bangsa, mau dikemanakan bangsa ini kalau saja hal seperti ini terus berlanjut.

Dari maslah banjir akhirnya merambat pasti pada masalah lain, ekonomi terutama, sosial dan politik. Jakarta akankah terbebas dari banjir?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s